Boltim – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menggelar konsultasi dan pembahasan Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) KUD Nomontang Tahun 2027 pada Jumat (2/10/2026). Pertemuan berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai III Kantor Bupati Boltim dan melibatkan perangkat daerah, pemerintah desa, serta pemangku kepentingan lain.
Upaya pemberdayaan masyarakat Boltim kembali diperkuat lewat kerja sama banyak pihak. Pemerintah daerah, perangkat desa, koperasi, dan unsur terkait duduk bersama untuk menyusun arah program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang akan dijalankan KUD Nomontang pada 2027.
Program PPM Harus Berpijak pada Kebutuhan Warga
Forum ini menjadi bagian dari proses menyusun arah program PPM. Pemerintah ingin pelaksanaannya tidak sekadar mengejar target kegiatan, tetapi juga memperhitungkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah sekitar.
Di bawah kepemimpinan Bupati Boltim Oskar Manoppo dan Wakil Bupati Argo Vinsensius Sumaiku, pemerintah daerah menjadikan kolaborasi lintas sektor sebagai salah satu pendorong peningkatan kesejahteraan warga.
Dinas Sosial Menyumbang Sudut Pandang Sosial
Dinas Sosial Kabupaten Boltim ikut terlibat dalam pembahasan. Kepala Dinas Sosial Ade Herly Mokoginta, melalui jajarannya, menyampaikan masukan dari sisi sosial untuk dipertimbangkan dalam penyusunan RIPPM KUD Nomontang 2027.
Sudut pandang ini dinilai penting agar program yang dirancang cocok dengan keadaan masyarakat. Kebutuhan kelompok penerima manfaat dan potensi yang bisa dikembangkan perlu dibaca lebih dulu sebelum program ditetapkan.
Beberapa hal menjadi perhatian dalam diskusi:
- pemetaan kebutuhan masyarakat.
- penyusunan skala prioritas.
- peningkatan kapasitas.
- penyelarasan program dengan kondisi sosial dan ekonomi di lapangan.
- Perencanaan Partisipatif, Warga Ikut Terlibat.
Pemerintah daerah juga mendorong agar program disusun secara partisipatif. Masyarakat tidak diposisikan hanya sebagai penerima bantuan, tetapi ikut dilibatkan dalam perencanaan dan pengembangan program.
Pendekatan ini diharapkan membuat program PPM lebih sesuai dengan kebutuhan warga dan memberi dampak yang bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Siapa Saja yang Hadir?
Kegiatan dihadiri Bupati Boltim yang diwakili Asisten II Sekretariat Daerah Boltim, Haris Pratama Sumanta, S.T., M.T. Dari tingkat provinsi, hadir Kepala Bidang Mineral dan Batubara Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Utara, Ronal Rumagit, S.Si.
Selain unsur pemerintah daerah dan provinsi, forum ini melibatkan sejumlah perangkat daerah, pemerintah desa, unsur masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait.
Keberagaman peserta tersebut menunjukkan bahwa penyusunan RIPPM bukan sekadar urusan internal KUD. Prosesnya membutuhkan koordinasi dengan pihak-pihak yang memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat di lokasi pelaksanaan program.
Harapan KUD Nomontang
Ketua KUD Nomontang, Marlon Lombaan, berharap RIPPM Tahun 2027 bisa menjadi pijakan dalam merancang program pemberdayaan yang selaras dengan kebutuhan sekaligus potensi yang ada. Dokumen perencanaan ini diharapkan memberi arah yang lebih jelas bagi pelaksanaan program PPM tahun depan.
Dengan perencanaan yang matang, program pemberdayaan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan jangka pendek. Lebih dari itu, program diharapkan membantu meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat.
Selaras dengan Agenda Pembangunan Daerah
Bagi Pemkab Boltim, keterlibatan perangkat daerah dalam proses ini juga menjadi cara menyelaraskan program pemberdayaan dengan agenda pembangunan daerah. Kebutuhan masyarakat, potensi lokal, dan program yang dirancang perlu sejalan agar manfaatnya sampai kepada yang berhak.
Melalui kerja sama pemerintah daerah, KUD Nomontang, pemerintah desa, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, RIPPM KUD Nomontang 2027 diharapkan menjadi alat perencanaan yang mendukung pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Program yang disusun pun diharapkan memperkuat kapasitas warga dan membuka ruang bagi kemandirian sosial dan ekonomi di Bolaang Mongondow Timur.


