Boltim – Forkopimda Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menggelar rapat koordinasi di Ruang Kerja Bupati pada Kamis (1/10/2026) di bawah pimpinan Bupati Oskar Manoppo.
Rapat membahas lima isu, mitigasi cuaca ekstrem, penataan pertambangan, antisipasi kelangkaan BBM dan LPG 3 kg, persiapan pemilihan Sangadi (Pilsang), serta dinamika sosial-ekonomi daerah.
Siapa Saja yang Hadir
Rapat ini dihadiri banyak unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah. Hadir Ketua DPRD Boltim Samsudin Dama, Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu, Ketua Pengadilan Negeri Kotamobagu, dan Komandan Kodim 1303 Bolmong.
Kepolisian diwakili perwakilan Kapolres Boltim, sementara pemerintah daerah menghadirkan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).
Dengan komposisi itu, pemerintah daerah, unsur keamanan, dan penegak hukum membahas lima isu yang dinilai butuh langkah terkoordinasi ;
- Mitigasi Cuaca Ekstrem
Isu pertama adalah potensi cuaca ekstrem beserta dampaknya bagi warga. Forkopimda menilai perubahan cuaca yang sulit diprediksi perlu dihadapi dengan antisipasi yang lebih konkret.
Mitigasi tidak hanya difokuskan pada penanganan saat bencana terjadi. Kesiapsiagaan pemerintah dalam menjaga keselamatan masyarakat, kelancaran distribusi logistik, dan kondisi infrastruktur juga menjadi perhatian.
Koordinasi antarlembaga dianggap kunci supaya setiap potensi bencana bisa direspons cepat.
- Penataan Aktivitas Pertambangan
Pertambangan menjadi pembahasan utama berikutnya. Pemerintah daerah menyoroti perlunya penataan dan pengawasan lokasi tambang di Boltim, terutama aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI).
Penataan diharapkan mengarahkan kegiatan tambang yang selama ini berjalan di luar sistem formal agar memenuhi ketentuan hukum, memperhatikan keselamatan, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Langkah ini juga memerlukan pengawasan lintas sektor agar aktivitas tambang tidak melahirkan masalah baru bagi lingkungan, keamanan, maupun kehidupan sosial warga.
- Antisipasi Kelangkaan BBM dan LPG 3 Kg
Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram bersubsidi ikut masuk agenda. Pemerintah daerah menekankan pentingnya menjaga pasokan energi, khususnya bagi masyarakat yang menjadi sasaran subsidi.
Pengawasan distribusi akan diperkuat untuk mengantisipasi penimbunan, penyalahgunaan, dan hambatan distribusi yang bisa memicu kelangkaan di tingkat warga.
Koordinasi antarinstansi diharapkan memastikan BBM dan LPG bersubsidi tersalur sesuai peruntukannya.
- Persiapan Pemilihan Sangadi
Agenda pemilihan Sangadi, sebutan kepala desa di wilayah ini, juga dibahas. Forkopimda memandang persiapannya harus matang, mulai dari kesiapan regulasi dan aspek teknis hingga pemetaan potensi kerawanan.
Selain kepatuhan pada ketentuan, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi sorotan. Pemetaan potensi konflik sejak awal dinilai penting agar persoalan tidak membesar selama tahapan pemilihan berlangsung.
- Respons terhadap Dinamika Daerah
Di luar empat agenda tersebut, Forkopimda membahas sejumlah perkembangan sosial dan ekonomi yang menuntut respons cepat dari pemerintah daerah bersama unsur terkait.
Pesan Bupati: Jaga Soliditas
Bupati Oskar Manoppo menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dan koordinasi di antara seluruh unsur Forkopimda.
Menurutnya, soliditas antarlembaga merupakan modal penting menghadapi berbagai tantangan daerah. Ia mengajak seluruh unsur Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah terus merapatkan barisan dalam menjalankan tugas masing-masing.
Sinergi itu diharapkan memperkuat stabilitas keamanan sekaligus mendukung penyelesaian persoalan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Boltim.
Dengan koordinasi yang lebih erat, pemerintah daerah dan Forkopimda diharapkan dapat bergerak cepat ketika muncul masalah yang berpotensi mengganggu keamanan, perekonomian, maupun pelayanan publik.




